Penjualan HP di China Merosot, OPPO, Xiaomi, dan vivo Hadapi Tekanan Pasar

Pasar smartphone di China mengalami penurunan pada kuartal III 2026. Sejumlah merek besar, termasuk OPPO, Xiaomi, dan vivo, mencatat penurunan pengiriman ponsel di tengah melemahnya daya beli konsumen dan meningkatnya biaya produksi.

Berdasarkan data perusahaan riset pasar IDC yang dikutip Reuters pada 13 Oktober 2026, pengiriman smartphone di China mencapai 57,9 juta unit pada kuartal III 2026. Angka tersebut turun 15,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini menjadi tantangan bagi produsen smartphone yang selama ini bersaing ketat di pasar domestik China.

Pengiriman OPPO, Xiaomi, dan vivo Turun

Tiga produsen smartphone asal China mengalami penurunan pengiriman yang cukup besar. OPPO mencatat penurunan sebesar 17,6 persen secara tahunan, sedangkan Xiaomi turun 20,4 persen.

Sementara itu, vivo mengalami penurunan paling besar di antara ketiganya, yakni mencapai 24,9 persen dibandingkan kuartal III tahun sebelumnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa merek lokal China juga menghadapi tekanan di pasar sendiri. Persaingan harga, perubahan perilaku konsumen, serta meningkatnya biaya komponen menjadi sejumlah tantangan bagi industri smartphone.

Harga Komponen Memori Tekan Pasar Smartphone

Salah satu faktor yang memengaruhi penjualan smartphone adalah kenaikan harga komponen, terutama chip memori. Peningkatan biaya produksi membuat produsen harus menyesuaikan strategi bisnis, termasuk mempertimbangkan kenaikan harga jual perangkat.

Ketika harga ponsel meningkat, sebagian konsumen memilih menunda pembelian perangkat baru. Mereka cenderung mempertahankan smartphone lama selama masih dapat digunakan atau mempertimbangkan perangkat dengan harga yang lebih terjangkau.

Situasi ini membuat produsen harus menyeimbangkan harga jual, biaya produksi, dan daya tarik produk agar tetap kompetitif.

Huawei Justru Memimpin Pasar China

Di tengah pelemahan pasar, Huawei menunjukkan kinerja berbeda. Perusahaan tersebut mengirimkan sekitar 12,2 juta unit smartphone pada kuartal III 2026 dan menguasai sekitar 21 persen pangsa pasar China.

Apple berada di posisi berikutnya dengan pangsa pasar sebesar 17,8 persen. Meski demikian, pengiriman iPhone di China juga mengalami penurunan 4,3 persen secara tahunan.

Kinerja Huawei didukung oleh pilihan produk yang beragam serta kebijakan kenaikan harga yang relatif terkendali. Strategi tersebut membantu perusahaan mempertahankan daya saing ketika konsumen semakin memperhatikan harga perangkat.

Persaingan Smartphone Makin Menantang

Penurunan pengiriman smartphone di China memperlihatkan bahwa popularitas merek saja tidak selalu cukup untuk menjaga pertumbuhan penjualan. Produsen perlu menyesuaikan harga, menghadirkan pembaruan yang relevan, dan menawarkan produk sesuai kebutuhan konsumen.

Ke depan, perkembangan harga komponen dan kemampuan konsumen untuk membeli perangkat baru akan menjadi faktor penting bagi industri smartphone.

Bagi OPPO, Xiaomi, dan vivo, tantangan utamanya adalah menjaga daya tarik produk di tengah biaya produksi yang meningkat dan persaingan yang semakin ketat. Perubahan strategi harga serta inovasi produk dapat menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi pasar tersebut.

Sumber: Reuters, mengutip data IDC, 13 Oktober 2026.

Posting Komentar (0)
Lebih baru Lebih lama